TUGAS MK WAWASAN IPTEK S-05
TA. 2016-2017
BM KESEHATAN DAN KESELAMATAN
KERJA
TOPIK
IMPLEMENTASI TEKNOLOGI
KESEHATAN MASYARAKAT (K3)
OLEH :
KELOMPOK 8
1. Ika Putri Andiani 14111101219
2. Mega
Masengi
14111101244
3. Gloria Wibisono 141111012
4. Apriliani Manabung 14111101220
5. Nicia Mamusung 141111012
Dosen Pembimbing :
Hesky Kolibu, ST, MT
FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS SAM RATULANGI
MANADO
2016
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan
kepada Tuhan yang Maha Esa, karena atas rahmat dan anugerah-Nya sehingga
kami dapat menyelesaikan makalah dengan topik “ Implementasi Teknologi Kesehatan
Masyarakat (K3) ” Makalah ini kami susun demi
memenuhi salah satu tugas mata kuliah Wawasan Iptek.
Kami mengucapkan terima kasih
kepada semua pihak yang telah ikut ambil bagian dalam menyelesaikan makalah
ini, sehingga makalah ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Kami
menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih jauh dari sempurna, baik
dari segi penyusunan, bahasan ataupun penulisannya. Oleh karena itu, kami
mengharapkan kritik dan saran yang membangun, khususnya dari dosen
matakuliah guna menjadi acuan dalam bekal pengalaman bagi kami untuk lebih baik
lagi di tugas-tugas berikutnya.
Manado,
Oktober 2016
Kelompok 8
DAFTAR
ISI
DAFTAR ISI
………………………………………………………………………...................i
KATA PENGANTAR
………….……………………………………………………………….ii
BAB I PENDAHULUAN
………………………………………………………………………..1
1.1 Latar Belakang ……...………………………………………………….......................1
1.2 Rumusan Masalah
...…………………………………………………………………..1
BAB II PEMBAHASAN
………………………………………………………………………...2
2.1 Penerapan
Teknologi Informasi Dalam Bidang Industri …………………………….2
2.2. Prinsip Dasar
dalam Penerapan Pengetahuan Teknologi untuk Pengembangan Industri
……………………………………………………………………………………3
2.3. Penerapan
Teknologi Informasi Menentukan Keberhasilan Dunia Perusahaan Industri
……………………………………………………………………………………4
2.4. Teknologi
Informasi Sebagai Pusat Keunggulan Kompetitif Perusahaan Industri ….5
2.4.1 Stategi Keunggulan
Kompetitif ……………………………………………………6
2.5. Peranan TI
Dalam Perancangan Pruduk Industri ………………………….................7
2.6. Supply Chain
Management …………………………………………………………..7
2.6.1 Peranan
Teknologi Supply Chain Management………………………………..8
BAB III PENUTUP …………………………………………………………………………….11
3.1 Kesimpulan
………………………………………………………………………….11
DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………………..................12
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Penerapan teknologi informasi pada masa sekarang tidak hanya diperuntukkan bagi
organisasi, melainkan juga untuk kebutuhan perseorangan. Bagi organisasi,
teknologi informasi dapat digunakan untuk mencapai keunggulan kompetitif,
sedangkan bagi perseorangan maka teknologi dapat digunakan untuk mencapai
keunggulan pribadi, termasuk untuk mencari pekerjaan.
Berbagai perusahaan industri, baik yang bergerak dalam sektor retail maupun
jasa, telah memanfaatkan teknologi komputer untuk menghasilkan
informasi yang akan digunakan. Sebagai dasar dalam pengambilan keputusan-keputusan
penting. Perusahaan-perusahaan industri tersebut terus berkembang dengan pesat
dengan berbagai inofasi dalam penerapan teknologi komputer penghasil informasi
yang selanjutnya disebut teknologi informasi (TI).
1.2 Rumusan Masalah
1.2.1 Apa yang
dimaksud dengan teknologi informasi ?
1.2.2 Apa yang
dimaksud dengan industri ?
1.2.3 Bagaimana
penerapan teknologi informasi dalam bidang industri ?
1.2.4 Bagaimana
prinsip dasar dalam penerapan pengetahuan teknologi untuk pengembangan industri
?
1.2.5 Mengapa
penerapan teknologi informasi menentukan keberhasilan dunia perusahaan industri
?
BAB II
PEMBAHASAAN
2.1 Penerapan
Teknologi Informasi Dalam Bidang Industri
Teknologi Informasi
adalah sebuah dunia yang selalu dinamis dan mudah berubah, yang sekarang ini
menjadi trend tetapi belum tentu menjadi trend pada masa yang akan datang.
Beberapa tahun lalu, para progammer Indonesia mungkin masih menggunakan Visual
Basic, Delphi, Vicual C++ dan berbagai bahasa program lain yang menggunakan
orientasi objek, namun saat ini pemograman sudah beralih ke pemograman berbasis
internet. Perubahan yang pesat dalam dunia teknologi Informasi turut membawa
pengaruh yang besar pada bidang-bidang yang diimplementasikan, termasuk dunia
industri.
Penerapan teknologi informasi dalam bidang indrustri sekarang ini telah meluas
dipergunakan karena memungkinkan proses produksi didalam industri lebih efisien
dan lebih efektif. Didalam proses produksi, komputer dapat digunakan untuk
pengawasan numeric (numerical control) atau untuk pengawasan proses (process
control). Pengawasan numeric (numerikcal control) berarti pengawasa secara
otomatis terhadap posisi dan operasi dari mesin-mesin yang dipergunakan,
seperti misalnya mesin pemotong, grenda, mesin pres dan lain sebagainya sistem
pengawasan numeric ini dilakukan dengan data numeric. Sstem komputer
mengerjakan intruksi dan mengatur hasil kerja mesin sesuai dengan data yang
dimasukkan. Dengan dipergunakannya komputer untuk pengawasan tersebut, hasil
kerja dari mesin akan lebih memuaskan dan mengurangi kesalahan. Dari beberapa
bahasa komputer yang dipergunakan membuat program untuk mengatur
komputer pengawasan numeric, diantaranya APT (Automaticallyprogrammed
Tools).
Faktor-faktor variabel yang mempengaruhi proses produksi dapat berupa waktu
pengolahan, berat bahan, tekanan, temperatur, ukuran, volume dan sebagainya.
Komputer ini banyak dipergunakan pada proses produksi baja, penyulingan minyak,
produksi kertas, bahan-bahan kimia, semen, makanan dan lain-lainnya.
2.2 Prinsip Dasar
dalam Penerapan Pengetahuan Teknologi untuk Pengembangan Industri
Masalah yang cukup
mendasar yang dialami di negara yang sedang berkembang seperti Indonesia adalah
masalah proses industri melalui pengalian, penerapan, dan pengembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi. Proses industri di dalam negara-negara yang
teknologis terbelakang dapat dipandang sebagai proses pembangunan bangsa guna
mencapai tujuan yang di cita-citakan.
Ada beberapa prinsip dasar yang harus
diperhatikan di dalam setiap usaha melaksanakan suatu strategis penerapan ilmu
pengetahuan dan teknologi untuk pengembangan industri dalam suatu negara
berkembang, diantaranya:
1) Pada tahap-tahap
permulaan penerapan teknologi dalam bidang industri menjadi suatu bangsa yang
berteknologi maju, setiap negara harus melindungi perkembangan kemampuan
nasionalnya dalam bidang industri hingga saat tercapainya kemampuan bersaing
secara internasional. Setiap negara pada dasarnya selalu berusaha dan harus
merencanakan tercapainya kemampuan bersaing secara internasional dalam waktu
yang sesingkat-singkatnya.
2) Perlunya
diselenggarakan pendidikan dan latihan dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan
teknologi yang relevan untuk pengembangan industri.
3) Perlu dikembangkan
suatu konsep yang jelas, realitis, dan dilaksanakan secara konsekuen tentang
industri, serta teknologi-teknologi yang diperlukan dalam penerapan
pengembangan industri. Teknologi-teknologi tersebut belum tentu selalu harus
merupakan teknologi yang mutakhir, tetapi merupakan teknologi yang terus
berkembang untuk kemajuan industri.
4) Teknologi hanya
dapat dialihkan, diterapkan dan dikembangkan lebih lanjut jika benar-benar
diterapkan pada pemecahan masalah-masalah yang kongkrit. Untuk mengembangkan
teknologi produksi industri padi misalnya, memang sangat penting dipelajari
pertanian padi dan teknologi-teknologi produksi padi yang telah dkembangkan di
seluruh dunia. Tetapi yang paling penting adalah usaha meningkatkan produksi
padi dalam berbagai kondisi lahan, kondisi cuaca, kondisi ekonomi dan dalam
lingkungan masyarakat serta kebudayaan tertentu. Hanya melalui usaha dan karya
nyata dalam rangka pemecahan masalah-masalah produksi yang kongkrit itulah
dapat dipahami bekerjanya suatu teknologi tertentu.
2.3 Penerapan
Teknologi Informasi Menentukan Keberhasilan Dunia Perusahaan Industri
Informasi merupakan hasil pengolahan
data yang disajiakan sedemikian rupa agar dapat memeberikan arti atau persepsi
tertentu kepada para pembaca. Oleh karena itu sangat besar ketergantungan
manusia terhadap informasi, maka kualitas informasi harus selalu ditingkatkan.
Beberapa faktor penentu kualitas informasi adalah keakuratan, ketepatan waktu,
relevansi, dan kemudahan untuk memperolehnya.
Untuk memenuhi faktor tersebut, maka tidak cukup kalau pengola data hanya
mengandalkan kemampuan fisik ditambah dengan peralatan bantu sekadarnya,
melainkan dibutuhkan alat bantu yang berkecepatan tinggi dan sangat akurat
dalam memproses data-data tersebut. komputer merupakan alat bantu pengolah data
yang dapat diandalkan. Tidak hanya kecepatan nya, melainkan juga keakuratan dan
daya tahan tahannya untuk melakukan pemprosesan data dalam jumlah yang besar.
Kini komputer telah dijadikan
teknologi pokok dalam pengolahan data dan penyajian informasi. Apalagi sejak
aplikasi-aplikasi komputer berkembang dengan pesat sehingga tercipta
teknik-teknik penyajian informasi yang interaktif dan komunikatif. Bahkan,
dalam beberapa tahun terakir ini teknologi komputer khususnya central
processing Unit (CPU) berkembang sangat pesat. CPU yang paling tangguh saat ini
Pentium 4 dengan kecepatan mencapai 2 GHz. Oleh karena itu, semakin banyak
perusahaan industri menggunakan komputer sebagai tumpuan untuk pengolahan data
dalam jumlah besar dalam waktu yang singkat.
Berbagai perusahaan industri, baik
yang bergerak dalam sektor retail maupun jasa, telah memanfaatkan teknologi
komputer untuk menghasilkan informasi yang akan digunakan. Sebagai
dasar dalam pengambilan keputusan-keputusan penting. Perusahaan-perusahaan
industri tersebut terus berkembang dengan pesat dengan berbagai inofasi dalam
penerapan teknologi komputer penghasil informasi yang selanjutnya disebut
teknologi informasi (TI).
2.4 Teknologi
Informasi Sebagai Pusat Keunggulan Kompetitif Perusahaan Industri
keunggulan
kompetitif (competitive advantage) adalah konsep yang luas tentang
berbagai perusahaan akan bersaing, apa tujuan seharusnya, dan rencana kebijakan
yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan. Melalui strategi persaingan perusahaan
mencari keunggulan kompetitif dalam industri, keunggulan atas persaingannya
dalam beberapa ukuran biaya, kualitas, dan kecepatan. Keunggulan kompetitif
dalam perekonomiaan digital menjadi semakin lebih penting daripada dalam
perekonomian lama. Kebanyakan situasai perekonomian digital tidak mengubah
bisnis inti dari perusahaan, dengan kata lain teknologi internet hanya
menawarkan alat yang dapat meningkatkan keberhasilan perusahaan melalui
sumber-sumber keunggulan kompetitif seperti biaya rendah, layanan pelanggan
yang sangat baik, manajemen rantai pasokan (supply chain management).
kerangka kerja yang paling terkenal
untuk menganalisis persaingan adalah model tekanan persainagan (competitive
forces model). Model ini digunakan untuk mengembangkan berbagai strategi
perusahaan sehingga dapat meningkatkan kemampuannya dalam bersaing dan
menunjukkan bahwa teknologi informasi dapat meningkatkan kemampuan dalam
bersaing. Model tersebut melihat lima tekanan utama yang dapat membahayakan
posisi perusahaan dalam suatu industry. Lima tekanan tersebut adalah ancaman
masuknya pendatang baru (threat of new entrants), daya tawar
pemasok (bargaining power of supllers), daya tawar
pembeli (bargaining power of buyers), ancaman produk
pengganti (threat of substitute products).
Situasi persaingan antara perusahaan sejenis telah mendorong masing-masing
perusahaan tersebut untuk membangun daya saing atau keunggulan kompetitif yang
mampu meningkatkan efesiensi dan efektifitas kinerja perusahaan tersebut
Jaringan komputer dalam kawasan perusahaan tidak hanya bermanfaat untuk
membangun sistem informasi terpadu dan terintegrasi untuk mengotomatisasi mulai
dari proses resensi kehadiran karyawan hingga pengajian dan keputusan promosi
jabatan, melainkan mampu menjadi media penghubung antara para pemasok dengan
pabrik atau perusahaan yang melakukan produksi. Melalui jaringan komputer,
perusahaan industri dapat membentuk suatu jaringan kinerja terpadu dimana
pemasok dapat menngetahui kapan mereka harus menyetorkan bahan baku.
Sementara itu perusahaan juga dapat membentuk jaringan distribusi dengan para
dengan para distributor, agen atau retailer lainnya. Perusahaan produsen dapat
mengetahui kapan harus mengirimkan produk-produknya kepara distributor, agen,
atau retailernya agar mereka tidak kebiasaan produk ketika konsumen
membutuhkannya.
2.4.1 Stategi
Keunggulan Kompetitif
Perusahaan secara
terus-menerus mencoba untuk mengembangkan strategi ya ng ditujukan untuk
mencapai posisi menguntungkan dan berkelanjutan dalam menghadapi kelima tekanan
persaingan.
a) Strategi peluang
pasar (niche), memilih segmen berlingkup kecil disebut relung atau ceruk pasar
dan menjadi yang terbaik dalam kualitas, ketepatan, atau biaya dalam pasar.
b) Strategi
kepemimpinan biaya, memproduksi produk atau jasa dengan biaya terendah dalam
industry.
c) Strategi
diferensiasi, menawarkan berbagai macam produk, jasa, atau fitur produk.
d) Strategi pertumbuhan,
meningkatkan pangsa pasar, mendapatkan lebih banyak pelanggan, atau menjual
lebih banyak produk. Penjualan berbasis web dapat memudahkan pertumbuhan dengan
menciptakan saluran pemasaran baru.
e) Strategi inovasi,
memperkenalkan berbagai produk dan jasa, memberikan fitur baru dalam produk dan
jasa yang ada, serta mengembangkan berbagai cara untuk memproduksinya.
f) Strategi aliansi, bekerja sama dengan berbagai mitra bisnis dalam
persekutuan aliansi, dan usaha bersama.
g) Strategi efektivitas
operasional, meningkatkan cara proses bisnis internal dilakukan hingga
perusahaan melakukan aktifitas yang hamper sama dengan cara yang lebih baik
daripada pesaingnya.
h) Strategi orientasi
pada pelanggan, berkonsentrasi untuk membuat pelanggan senang. Persaingan yang
ketat dan kesadaran atas pentingnya ppelanggan adalah dasar dari strategi ini.
i) Strategi waktu, memperlakukan waktu sebagai sumber daya, kemudian
mengelola dan menggunakannya untuk keuntungan perusahaan.salah satu pendorong
untuk menggunakan waktu sebagai strategi bersaing adalah kebutuhan perusahaan
untuk segera bertindak responsif kepara pelanggan, pasar dan perubahan kondisi
pasar.
j) Strategi halangan masuk, menciptakan halangan untuk masuk bagi
para pesaing baru.
k) Strategi mengikat
pelanggan atau pemasok, mendorong para pelanggan atau pemasok untuk tetap
bersamanya daripada para pesaing.
l) Strategi mengikat baiaya beralaih, membuat pelanggan dan pemasok
enggan mengembangkan biaya beralih ke pesaing karena berbagai alasan
ekonomi.
2.5 Peranan TI Dalam Perancangan Pruduk Industri
Merancang produk dengan teknologi informasi merupakan suatu yang
telah umum dilakukan. Dengan melakukan perangkat lunak yang bernama CATIA (Computer-Aided
Three-Dimensional Interctive Application) buatan Dassault Systems,
Prancis, pabrikan dapat merancang mobil atau pesawat terbang tanpa kertas.
Dodge dan DaimlerChrysler merupakan contoh perusahaan yang mengandalkan
perangkat lunak ini untuk mewujudkan desain mobil beserta komponen-komponennya
dan bahkan untuk menguji.
Boeng Company, industri pesawat terbang terbesar di Amerika, juga menggunakan
CATIA untuk merancang pesawat terbang. Yang menarik, dengan menggunakan
software tersebut perusahaan ini membuat inofasi yang melibat pelanggan dalam
melaksanakan perancangan dan pengujian. Software yang sama juga digunakan oleh
industry pesawat terbang di Indonesia, IPTN. Sementara itu, PT PAL Indonesia
telah lama menggunakan perangkat lunak CAD-CAM bernama foran untuk mendesain
dan membuat kapal.
Para perancang rumah dapat menggunakan perangkat lunak yang khusus
ditujukan untuk keperluan itu, misalnya 3D Home Architect (Broderbund Sofware,
Inc.). Dengan program seperti ini, perancang dapat membuat tataletak ruangan
dan kemudia melihat hasilnya dalam bentuk tiga dimensi.
2.6 Supply Chain Management
Supply chain management (SCM) merupakan perpaduan antara
ilmu dan seni yang mengarah padapeningkatan perusahaan bagaimana cara
memperoleh bahan mentah hingga menghasilkan barang atau jasa,
pengelolaan, dan pengirimannya. Salah satu metode pengelolaan rantai
persediaan adalah Just In Time (JIT). JIT merupakan sutu proses yang tergantung
pada suatu signal, apabila suatuproses produksi sudah selesai dikerjakan, maka
akan masuk kedalam tahap berikutnya. Penerapan JIT memberikan arahan yang lebih
jelastentang bagaimana ketetapan dalam pengadaan bahan mentah, masuk kedalam
tahap produksi hingga persediaan barang yang siap untuk di jual.
Kekuatan teknologi merupakan salah satu faktor yang dominan untuk melakukan
supply chain management. Kekuatan teknologi informasi ini terletak dan
mempengaruhi secara langsung mutu barang yang di produksi. Oleh karena itu,
sangat logis apabila banyak perusahaan mencari teknologi dengan berbagai cara,
termasuk menggalang rantai nilai (supply chain) dengan pihak luar. Supply chain
adalah sebuah sistem yang melibatkan proses produksi, pengiriman, penyimpanan,
distribusi dan penjualan produk dalam rangka memenuhi permintaan akan produk.
Supply chain di dalamnya seluruh proses dan kegiatan yang terlibat di dalam
penyampaian produk sampai ke tangan keonsumen.
2.6.1 Peranan
Teknologi Supply Chain Management
Konsep manajemen
supply chain tidak dapat dipisahkan dari perkembangan teknologi informasi.
Secara umum peranan teknologi informasi di dalam manajemen supply chain dapat
dilihat dari dua perspektif yaitu; perspektif teknis dan manajerial. Perspektif
teknis dilihat dari fungsi teknologi informasi yang harus dipenuhi adalah
fungsi peniptaan dan fungsi penyebaran.
1. Fungsi penciptaan
Aspek-aspek yang
harus dapat dilakukan oleh teknologi informasi adalah teknologi informasi harus
mampu menjadi medium atau sarana untuk mengubah fakta-fakta atau kejadian
sehar-hari yang dijumpai dalam bisnis perusahaan ke dalam format data
kuantitatif. Cara yang umum dan biasa dipergunakan adalah cara manual atau
otomatis.
2. Fungsi penyebaran
Terhadap entitas
fakta, data, informasi, knowledge dan wisdom, teknologi informasi memiliki
fungsi-fungsi yang berhubungan sebagai aspek penyebaran sebagai berikut:
1) Ghathering,
fasilitas yang mampu mengumpulkan entitas-entitas tersebut dan meletakkan di
dalam media penyimpanan digital.
2) Organizing,
mekanisme dalam mengorganisasikan penyimpanan entitas-entitas tersebut di dalam
media penyimpanan. Konsep-konsep struktur data, basis data dan sistem berkas
merupakan dasar-dasar ilmu yang kerap dipergunakan sehubungan dengan kebutuhan.
3) Selecting,
teknologi informasi harus menyediakan fasilitas untuk memudahkan pencarian dan
pemilihan.
4) Synthesizing,
disitu dibutuhkan gabungan antara media gambar (image) dengan teks. Teknologi
informasi harus mampu memenuhi kebutuhan manajer ini dalam menggabungkan
beberapa entitas menjadi satu paket kesatuan yang terintegrasi.
5) Distributing,
teknologi harus memiliki infrastruktur yang dapat menyalurkan berbagai entitas
dari tempat penyimpanannya ke pihak-pihak yang membutuhkannya. Untuk dapat
mendistribusikan entitas misalnya, dibutuhkan suatu media transmisi berpita
lebar (bandwith) agar performa penyebaran dapat efektif.
Pada perspektif
manajerial peranan yang diharapkan oleh perusahaan dari implementasi efektif
suatu teknologi informasi, yaitu;
a. Minimize risk, minimize risk maksudnya adalah setiap bisnis
memiliki risiko, terutama yang berkaitan dengan faktor-faktor keuangan. Saat
ini telah tersedia berbagai aplikasi untuk mengurangi resiko tersebut seperti;
forecasting dan finansial advisory. Kehadiran teknologi selain mampu membantu
perusahaan yang memiliki resiko bisnis, juga sebagai sarana agar dapat membantu
manajemen dalam mengelola resiko yang dihadapinya.
b. Reduce, reduce
maksudnya ialah perbaikan efisiensi dan optimalisasi proses-proses bisnis di
perusahaan. Peranan teknologi informasi dalam hal ini adalah sebagai
katalizator untuk berbagai usaha pengurangan biaya operasional perusahaan yang
pada akhirnya akan berpengaruh terhadap produktivitas perusahaan. Cara untuk
mengurangi biaya kegiatan operasional sehari-hari, yaitu dengan eliminasi
proses, simplikasi proses, integrasi proses, dan otomatisasi proses.
c. Add value, add value adalah kemampuan untuk menciptakan loyalitas
terhadap pelanggan sehingga pelanggan bersedia selalu menjadi konsumennya. Hal
ini yang perlu diperhatikan adalah bahwa penentuan value atau tidaknya sebuah
pelayanan atau proses adalah pelanggan atau pasar, bukan internal perusahaan
yang diharuskan menggunakan teknologi informasi untuk menciptakan value
tersebut agar dapat memuaskan pelanggan.
d. Create new
realities, creat new realities adalah perkembangan teknologi informasi telah
mampu menciptakan suatu arena bersaing baru, dari berbagai konsep electronic
bussiness (e-bussiness) semacam electronic commerce (e-commerce), electronic
customers (e-customers), dan lain-lain.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Industri adalah
suatu usaha atau kegiatan pengolahan bahan mentah atau barang setengah jadi
menjadi barang jadi barang jadi yang memiliki nilai tambah untuk mendapatkan
keuntungan. Usaha perakitan atau assembling dan juga reparasi adalah bagian
dari industri. Hasil industri tidak hanya berupa barang, tetapi juga dalam
bentuk jasa.
Penerapan teknologi informasi dalam
bidang indrustri sekarang ini telah meluas dipergunakan karena memungkinkan
proses produksi didalam industri lebih efisien dan lebih efektif. Didalam
proses produksi, komputer dapat digunakan untuk pengawasan numeric (numerical
control) atau untuk pengawasan proses (process control).
Pengawasan proses (process control)
berarti menyediakan otomatisasi didalam operasi proses yang kontinyu. Komputer
untuk pengawasan proses digunakan pada indrustri untuk membuat otomatis proses
produksi dan untuk mengatur secara otomatis variable-variabel yang mempengaruhi
proses produksi tersebut yang sulit dilakukan oleh manusia yang serentak.
DAFTAR PUSTAKA
http://mukhlissofyan.co.id/pdf/2014/11/penerapan-teknologi-informasi-dalam.html, diakses pada
tanggal 8 oktober 2016
Sukses Membangun
Toko Online dengan E-Commerce, Yogyakarta: ANDI, 2011.
Yakub,
Pengantar Sistem Informasi, Yogyakarta: Graha ilmu, 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar