MAKALAH
MATA KULIAH: HYGIENE
INDUSTRI
“PENGAMATAN DI TEMPAT KERJA
(DI PERTAMINA) ”
DOSEN:
dr. Vanda
Doda, MOH, PhD
Di susun Oleh :
05-KESKER
|
NAMA
|
NIM
|
|
Nicia
Mamusung
|
14111101215
|
|
Pujiati
K D Rompas
|
14111101303
|
|
Theresa
C Mandang
|
14111101326
|
|
Yosua
Malendes
|
14111101340
|
|
Efny
Saerang
|
14111101417
|
FAKULTAS KESEHATAN
MASYARAKAT
UNIVERSITAS SAMRATULANGI
MANADO
2016
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan
kehadirat Tuhan Yang Maha Esa telah memberikan segala limpah rahmat, bimbingan
dan petunjuk, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini. Kami menyadari
sepenuhnya bahwa penulisan dan penyusunan makalah ini tidak mungkin
terselesaikan dengan baik tanpa bantuan dan dukungan dari semua pihak.
Tiada gading yang tak
retak, begitulah juga dengan makalah ini yang memerlukan saran dan kritik demi
kesempurnaannya. Akhir kata, kepada semua pihak, kritik dan saran selalu kami
nantikan untuk perbaikan makalah ini. Semoga karya yang kecil ini bisa menjadi
kecambah yang membingkai keilmuan bagi setiap para pembacanya.
Manado, 11
Oktober 2016
Penyusun
i
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR
………………………………………
i
DAFTAR ISI
………………………………………
ii
BAB I PENDAHULUAN
………………………………………
1
1.1 Latar Belakang
………………………………………
1
1.2 Rumusan
Masalah
………………………………………
1
BAB II PEMBAHASAN
………………………………………
2
2.1 Dengan
Hazard
………………………………………
2-3
2.2 Tingkatan Pencegahan
………………………………………
3-4
2.3 Tujuan Identifikasi
………………………………………
5
BAB III
PENUTUP
………………………………………
6
3.1
Kesimpulan
………………………………………
6
3.2
Saran
………………………………………
6
DAFTAR
PUSTAKA
………………………………………
7
LAMPIRAN
FOTO
………………………………………
8
ii
BAB I
PENDAHULUAN
2.1 LatarBelakang
Pada kegiatan pengkajian resiko (risk assessment), hirarki
pengendalian merupakan salah satu hal yang sangat di perhatikan. Memberikan
manfaat secara efektifitas dan efesiensi sehingga resiko menurun dan menjadi
resiko yang bisa diterima bagi suatu organisasi.
Hirarki pengendalian atau hierarchy of control memiliki dua dasar
pemikiran dalam menurunkan resiko yaitu memalui menurunkan probilitas
kecelakaan atau paparan serta menurunkan tingkat keparahan suatu kecelakaan
atau paparan.
2.2 RumusanMasalah
Rumusan
Masalah yang kami kaji yaitu:
1. Hal-hal apa yang terkait
dalam hazard pengendalian?
2. Tingkatan Pencegahan apa
yang dipakai dalam pengendalian resiko?
3. Tujuan dari identifikasi
bahaya dan resiko?
1
BAB II
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
2.1 Pekerjaan di Tempat Kerja yang Meliputi Hazard
1. Hazard
Biologi
Hazard biologi adalah potensi bahaya yang timbul dari factor
makhluk hidup. Biasanya berada di lingkungan yang tidak bersih atau kotor. Contoh
yang berkaitan dengan Pekerjaan di tempat kerja di Pertamina, yaitu: keadaan
lingkungan kerja yang kotor, akan menyebabkan berbagai jenis penyakit bahkan
akan mengakibatkan produktifitas dari pekerja menurun.
Yang terkandung didalamnya yaitu jamur, virus, bakteri,
mikroorganisme, tanaman, binatang.
2. Hazard
Kimia
Hazard kimia adalah potensi bahaya yang disebabkan oleh sifat dan
karakteristik kimia yang dimiliki bahan tersebut. Contoh yang berkaitan dengan
Pekerjaan di tempat kerja di Pertamina atau daftar potensi bahaya yang bisa di
dapat yaitu: zat yang terhirup. Ketika pekerja tidak memakai Alat Pelindung
Diri, seperti masker. Akan menyebabkan pusing karena menghirup uap bensin, dada
akan merasa sesak, dan bisa saja akan menyebabkan penyakit ISPA ( Infeksi
Saluran Pernapasan Akut).
Yang terkandung di dalamnya yaitu: bahan/ material/ gas/ uap/
debu/ cairan beracun, berbahaya, mudah meledak/ menyala/ terbakar, korosif,
iritan, bertekanan, reaktif, radioaktif, oksidator, penyebab kanker, bahaya pernapasan
3. Hazard
Fisika/ Fisik
Hazard Fisik adalah potensi bahaya yang disebabkan oleh factor
fisik dari seseorang yang sedang melakukan pekerjaan, yang biasanya berkaitan
dengan peralatan juga seperti bahaya listrik dan lain-lain. Contohnya yang
berkaitan dengan topic ini yaitu: ada larangan-larangan yang dibuat seperti
dilarang merokok dan sebagainya ketika melanggar pasti ada akibat yang akan
terjadi.
2
Yang terkandung di dalamnya yaitu: infrastruktur, mesin /alat /
perlengkapan/ kendaraan/ alatberat, ketinggian, tekanan, suhu, ruangterbatas/
terkurung, cahaya, listrik, radiasi, kebisingan, getaran, danventilasi.
4. Hazard
Psikologis
Hazard Psikologis adalah potensi bahaya yang disebabkan terjadinya
suatu konflik dalam lingkungan kerja tersebut. Hubungannya, yaitu semakin
banyak konflik yang dihadapi saat bekerja, semakin tidak efisien dan malah
banyak menimbulkan bahaya yang terjadi. Pengendaliannya biasanya menggunakan
managemen konflik dan ketetapan disiplin saat bekerja sehingga tidak akan
menimbulkan stress kerja. Dan juga berlebihnya beban kerja, komunikasi,
pengendalian manajemen, lingkungan social tempat kerja, kekerasan dan
intimidasi saat bekerja.
5. Hazard
Ergonomi
Hazard ergonomic adalah potensi bahaya yang disebabkan terjadi
karena tidak efisiennya hubungan alat kerja dengan manusianya. Contohnya dengan
pekerja yang bekerja di Pertamina yaitu: tidak memakai Alat Pelindung Diri
(APD), waktu istirahat yang tidak tepat dan lain-lain.
2.2 Tingkatan Pencegahan
Tingkatan Pencegahan meliputi 5 tahapan:
1. Pengendalian
Eliminasi
Pengendalian ini dengan cara eliminasi/ menghilangkan bahaya yang
dilakukan pada saat desain atau pada saat bekerja dengan tujuan untuk
menghilangkan kemungkinan kesalahan manusia dalam menjalankan suatu system
karena adanya kekurangan pada desain atau alat. Contohnya: alat/barang yang
sudah berkarat atau sudah tidak layak dipakai sebaiknya tidak digunakan lagi
atau di hilangkan.
2. Pengendalian
Subsitusi
Pengendalian ini dilakukan dengan cara menganti barang dan, proses
operasi ataupun peralatan dari berbahaya menjadi lebih tidak berbahaya. Dengan
pengendalian ini menurunkan bahaya resiko. Contohnya: mengurangi interaksi
mesin-mesin berbahaya dengan operator yang digunakan, menganti barang-barang
yang sudah berkarat dengan barang yang baru agar mengurangi bahaya yang akan
terjadi seperti kebakaran dan lain-lain.
3
3. Pengendalian
Engineering ( Engineering Control)
Pengendalian resiko dengan cara ini misalnya dengan melakukan
perubahan desain system kerja. Contohnya: sebaiknya saat bekerja mengisi
bensin, para pekerja menggunakan masker agar tidak terjadi hal-hal yang tidak
di inginkan, seperti pusingdll. Atau memodifikasi/ perancangan alat atau mesin
tempat kerja agar lebih aman.
4. Pengendalian
Administratif
Pengendalian administrative, yaitu pembuatan Standard Operating
Procedure (SOP), pembuatan waktu gilir kerja (shift work), rotasi dan
lain-lain. Serta membuat Pelatihan dan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD)
saat bekerja.
5. Alat
Pelindung Diri
Pengendalian ini menggurangi bahaya resiko yang akan terjadi.
Dengan menggunakan:
- Masker :
agar ketika mengisi bensin/ terhirup uap bensin tidak pusing, dan agar tidak
terjadi penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
- Sarung
Tangan sebaiknya digunakan saat bekerja agar tidak terpapar langsung dengan
alat yang ada agar terhidar dari bakteri, virus dan lain-lain yang akan
mengakibatkan penyakit
- Menggunakan
Helmet
- Menggunakan
Pakaian Pekerjaan
Pemeliharaan dan pelatihan menggunakan APD sangat dibutuhkan untuk
meningkatnya efektifitas manfaat dari alat tersebut.
4
2.3 Tujuan Identifikasi
Tujuan dari identifikasi bahaya dan risiko, yaitu:
1. Untuk
mengetahui jenis bahaya dan risiko
2. Untuk
mengetahui sumber bahaya dan risiko
3. Untuk
mengetahui pekerja yang terpajan bahaya dan risiko
4. Untukmengetahuibesaranbahayadantingkatrisiko
5. Untuk
mengetahui pengendalian yang sudah dilakukan
6. Untuk
mengetahui program yang diperlukan
5
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Hazard yang terkandung
dalam kajian ini meliputi:
1. Hazard
Biology
2. Hazard
Kimia
3. Hazard
Fisika
4. Hazard
Psikologis
5. Hazard Ergoomi
Yang semua saling berkaitan bahkan sangat mempengaruhi dengan
lingkungan sehari-hari, sehingga mempengaruhi tingkatan pencegahan.
3.2 Saran
Penyusunan makalah ini kami
tau masih banyak sekali kekurangan, namun segalah usaha yang terbaik sudah kemi
lakukan. Untuk itu dibalik semua kekurangan makalah ini, kelompok sangat
mengharapkan kritik atau pun saran dari kelompok lain untuk menunjang pembuatan
makalah kami agar lebih baik lagi.
6
DAFTAR PUSTAKA
7
LAMPIRAN
|
|
|
||
8
Tidak ada komentar:
Posting Komentar