Rabu, 23 November 2016

HYGIENE INDUSTRI “PENGAMATAN DI TEMPAT KERJA (DI PERTAMINA) ”



MAKALAH
MATA KULIAH: HYGIENE INDUSTRI
“PENGAMATAN DI TEMPAT KERJA (DI PERTAMINA) ”
     DOSEN:
dr. Vanda Doda, MOH, PhD
Di susun Oleh :
05-KESKER

NAMA
      NIM
Nicia Mamusung
      14111101215
Pujiati K D Rompas
      14111101303
Theresa C Mandang
      14111101326
Yosua Malendes
      14111101340           
Efny Saerang
      14111101417



FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS SAMRATULANGI
MANADO
2016




KATA PENGANTAR 

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa telah memberikan segala limpah rahmat, bimbingan dan petunjuk, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini. Kami menyadari sepenuhnya  bahwa penulisan dan penyusunan makalah ini tidak mungkin terselesaikan dengan baik tanpa bantuan dan dukungan dari semua pihak.
Tiada gading yang tak retak, begitulah juga dengan makalah ini yang memerlukan saran dan kritik demi kesempurnaannya. Akhir kata, kepada semua pihak, kritik dan saran selalu kami nantikan untuk perbaikan makalah ini. Semoga karya yang kecil ini bisa menjadi kecambah yang membingkai keilmuan bagi setiap para pembacanya.








Manado, 11             Oktober 2016

Penyusun






i


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR           ………………………………………            i
DAFTAR ISI                          ………………………………………            ii
BAB I PENDAHULUAN     ………………………………………            1
     1.1 Latar Belakang             ………………………………………            1
     1.2 Rumusan Masalah        ………………………………………            1
BAB II PEMBAHASAN      ………………………………………            2
     2.1 Dengan Hazard             ………………………………………           2-3
     2.2 Tingkatan Pencegahan ………………………………………            3-4
     2.3 Tujuan Identifikasi       ………………………………………            5
BAB III PENUTUP               ………………………………………            6
     3.1 Kesimpulan                  ………………………………………            6
     3.2 Saran                            ………………………………………            6
DAFTAR PUSTAKA                        ………………………………………            7
LAMPIRAN FOTO               ………………………………………            8












ii

BAB I
PENDAHULUAN
2.1 LatarBelakang
Pada kegiatan pengkajian resiko (risk assessment), hirarki pengendalian merupakan salah satu hal yang sangat di perhatikan. Memberikan manfaat secara efektifitas dan efesiensi sehingga resiko menurun dan menjadi resiko yang bisa diterima bagi suatu organisasi. 
Hirarki pengendalian atau hierarchy of control memiliki dua dasar pemikiran dalam menurunkan resiko yaitu memalui menurunkan probilitas kecelakaan atau paparan serta menurunkan tingkat keparahan suatu kecelakaan atau paparan.

2.2 RumusanMasalah
            Rumusan Masalah yang kami kaji yaitu:
1. Hal-hal apa yang terkait dalam hazard pengendalian?
2. Tingkatan Pencegahan apa yang dipakai dalam pengendalian resiko?
3. Tujuan dari identifikasi bahaya dan resiko?








1


BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pekerjaan di Tempat Kerja yang Meliputi Hazard

1.      Hazard Biologi
Hazard biologi adalah potensi bahaya yang timbul dari factor makhluk hidup. Biasanya berada di lingkungan yang tidak bersih atau kotor. Contoh yang berkaitan dengan Pekerjaan di tempat kerja di Pertamina, yaitu: keadaan lingkungan kerja yang kotor, akan menyebabkan berbagai jenis penyakit bahkan akan mengakibatkan produktifitas dari pekerja menurun.
Yang terkandung didalamnya yaitu jamur, virus, bakteri, mikroorganisme, tanaman, binatang.

2.      Hazard Kimia
Hazard kimia adalah potensi bahaya yang disebabkan oleh sifat dan karakteristik kimia yang dimiliki bahan tersebut. Contoh yang berkaitan dengan Pekerjaan di tempat kerja di Pertamina atau daftar potensi bahaya yang bisa di dapat yaitu: zat yang terhirup. Ketika pekerja tidak memakai Alat Pelindung Diri, seperti masker. Akan menyebabkan pusing karena menghirup uap bensin, dada akan merasa sesak, dan bisa saja akan menyebabkan penyakit ISPA ( Infeksi Saluran Pernapasan Akut).
Yang terkandung di dalamnya yaitu: bahan/ material/ gas/ uap/ debu/ cairan beracun, berbahaya, mudah meledak/ menyala/ terbakar, korosif, iritan, bertekanan, reaktif, radioaktif, oksidator, penyebab kanker, bahaya pernapasan


3.      Hazard Fisika/ Fisik
Hazard Fisik adalah potensi bahaya yang disebabkan oleh factor fisik dari seseorang yang sedang melakukan pekerjaan, yang biasanya berkaitan dengan peralatan juga seperti bahaya listrik dan lain-lain. Contohnya yang berkaitan dengan topic ini yaitu: ada larangan-larangan yang dibuat seperti dilarang merokok dan sebagainya ketika melanggar pasti ada akibat yang akan terjadi.



2
Yang terkandung di dalamnya yaitu: infrastruktur, mesin /alat / perlengkapan/ kendaraan/ alatberat, ketinggian, tekanan, suhu, ruangterbatas/ terkurung, cahaya, listrik, radiasi, kebisingan, getaran, danventilasi.

4.      Hazard Psikologis
Hazard Psikologis adalah potensi bahaya yang disebabkan terjadinya suatu konflik dalam lingkungan kerja tersebut. Hubungannya, yaitu semakin banyak konflik yang dihadapi saat bekerja, semakin tidak efisien dan malah banyak menimbulkan bahaya yang terjadi. Pengendaliannya biasanya menggunakan managemen konflik dan ketetapan disiplin saat bekerja sehingga tidak akan menimbulkan stress kerja. Dan juga berlebihnya beban kerja, komunikasi, pengendalian manajemen, lingkungan social tempat kerja, kekerasan dan intimidasi saat bekerja.

5.      Hazard Ergonomi
Hazard ergonomic adalah potensi bahaya yang disebabkan terjadi karena tidak efisiennya hubungan alat kerja dengan manusianya. Contohnya dengan pekerja yang bekerja di Pertamina yaitu: tidak memakai Alat Pelindung Diri (APD), waktu istirahat yang tidak tepat dan lain-lain.

2.2 Tingkatan Pencegahan
Tingkatan Pencegahan meliputi 5 tahapan:
1.      Pengendalian Eliminasi
Pengendalian ini dengan cara eliminasi/ menghilangkan bahaya yang dilakukan pada saat desain atau pada saat bekerja dengan tujuan untuk menghilangkan kemungkinan kesalahan manusia dalam menjalankan suatu system karena adanya kekurangan pada desain atau alat. Contohnya: alat/barang yang sudah berkarat atau sudah tidak layak dipakai sebaiknya tidak digunakan lagi atau di hilangkan.

2.      Pengendalian Subsitusi
Pengendalian ini dilakukan dengan cara menganti barang dan, proses operasi ataupun peralatan dari berbahaya menjadi lebih tidak berbahaya. Dengan pengendalian ini menurunkan bahaya resiko. Contohnya: mengurangi interaksi mesin-mesin berbahaya dengan operator yang digunakan, menganti barang-barang yang sudah berkarat dengan barang yang baru agar mengurangi bahaya yang akan terjadi seperti kebakaran dan lain-lain. 

3


3.      Pengendalian Engineering ( Engineering Control)
Pengendalian resiko dengan cara ini misalnya dengan melakukan perubahan desain system kerja. Contohnya: sebaiknya saat bekerja mengisi bensin, para pekerja menggunakan masker agar tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan, seperti pusingdll. Atau memodifikasi/ perancangan alat atau mesin tempat kerja agar lebih aman.

4.      Pengendalian Administratif
Pengendalian administrative, yaitu pembuatan Standard Operating Procedure (SOP), pembuatan waktu gilir kerja (shift work), rotasi dan lain-lain. Serta membuat Pelatihan dan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) saat bekerja.

5.      Alat Pelindung Diri
Pengendalian ini menggurangi bahaya resiko yang akan terjadi. Dengan menggunakan:
-          Masker : agar ketika mengisi bensin/ terhirup uap bensin tidak pusing, dan agar tidak terjadi penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
-          Sarung Tangan sebaiknya digunakan saat bekerja agar tidak terpapar langsung dengan alat yang ada agar terhidar dari bakteri, virus dan lain-lain yang akan mengakibatkan penyakit
-          Menggunakan Helmet 
-          Menggunakan Pakaian Pekerjaan
Pemeliharaan dan pelatihan menggunakan APD sangat dibutuhkan untuk meningkatnya efektifitas manfaat dari alat tersebut.









4
2.3 Tujuan Identifikasi
Tujuan dari identifikasi bahaya dan risiko, yaitu:
1.      Untuk mengetahui jenis bahaya dan risiko
2.      Untuk mengetahui sumber bahaya dan risiko
3.      Untuk mengetahui pekerja yang terpajan bahaya dan risiko
4.      Untukmengetahuibesaranbahayadantingkatrisiko
5.      Untuk mengetahui  pengendalian yang sudah dilakukan
6.      Untuk mengetahui program yang diperlukan




















5

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Hazard yang terkandung dalam kajian ini meliputi:
1.      Hazard Biology
2.      Hazard Kimia
3.      Hazard Fisika
4.      Hazard Psikologis
5.      Hazard Ergoomi
Yang semua saling berkaitan bahkan sangat mempengaruhi dengan lingkungan sehari-hari, sehingga mempengaruhi tingkatan pencegahan.

3.2 Saran
Penyusunan makalah ini kami tau masih banyak sekali kekurangan, namun segalah usaha yang terbaik sudah kemi lakukan. Untuk itu dibalik semua kekurangan makalah ini, kelompok sangat mengharapkan kritik atau pun saran dari kelompok lain untuk menunjang pembuatan makalah kami agar lebih baik lagi.









6

DAFTAR PUSTAKA

















7

LAMPIRAN



















8

Tidak ada komentar:

Posting Komentar